MEMAKSIMALKAN JURUSAN (KOMPETENSI KEAHLIAN) DI SMK , Ditulis oleh : Retno Agustini, S.Pd (Guru SMK Negeri 2 Purwokerto)

PEMBELAJARAN DI SMK

Pertanyaan yang sering timbul perihal SMK yang selama ini sering kita dapati adalah :

Apa sih bedanya SMA dan SMK ?

Apa yang dipelajari di SMK ?

Apa saja  jurusan yang ada di SMK ?

Bagaimana cara memantapkan jurusan yang dipilih di SMK?

Lulusan SMK bisa lanjut kuliah apa tidak ?

Bagaimana cara memaksimalkan diri menjadi siswa SMK ?

Baiklah kita akan kupas satu persatu ,…

  • Apa sih bedanya SMA dan SMK ?

Topik mengenai SMK belakangan ini sering diperbicangkan baik di masyarakat, media cetak, maupun media elektronik. Tidak dipungkiri, beberapa tahun berlalu SMK dipandang sebelah mata mjngkin salah satu sebabnya adalah dianggap “mandul” prestasi.  Sekarang  SMK mulai bangkit dan unjuk gigi dengan membuktikan bukan hanya mereka berprestasi layaknya siswa SMA tetapi siswa SMK juga siap menjadi SDM yang terampil , memiliki skill yang layak di dunia Industri.

Berdasarkan data dari Kementrian Perindustrian jumlah tenaga kerja industri manufaktur di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Dibutuhkan lebih dari 500 – 600 ribu tenaga kerja industri baru per tahun.  Disinilah SMK memainkan peranan penting.

Apakah  SMK hanya diperuntukkan bagi mereka yang ingin langsung kerja ? Apakah siswa SMK bisa melanjutkan kuliah ?

Tidak bisa dipungkiri , selama ini banyak orang beranggapan siswa SMK hanya dipersiapkan bagi mereka yang ingin bekerja setelah lulus. Bahkan yang lebih parah , mereka beranggapan SMK adalah sebagai pelarian ketika ada yang tidak bisa menembus SMA.

Padahal selain bisa langsung kerja,  lulusan SMK juga bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Bahkan siswa lulusan SMK mempunyai pilihan yang lebih luas daripada lulusan SMA dimana mereka dapat memilih untuk terjun langsung ke dunia kerja atau melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Ketika seorang siswa SMK menentukan pilihan untuk kuliah , mereka memiliki lebih banyak lagi pilihan, bisa memilih jurusan yang linier dengan jurusan di SMK nya, atau boleh jadi memilih jurusan yang sama sekali berbeda. Mungkin dengan tujuan memperluas skill yang mereka miliki.

  • Apa yang dipelajari di SMK  dan apa saja jurusan yang ada di SMK ?

Kurikulum SMK dirancang untuk menghasilkan lulusan guna menyiapkan tenaga kerja. Hal ini senada dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyatakan pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk berkerja dalam bidang tertentu. SMK  biasanya terdiri dari jurusan-jurusan dan Kompetensi Keahlian yang mempelajari tentang hal-hal yang spesifik. Jurusan itu digolongkan dalam bentuk Bidang Keahlian.

Mata Pelajaran  apa saja yang dipelajari di SMK , dapat dilihat pada Peraturan Dirjen Dikdasmen Kemendikbud No. 06/D.D5/KK/2018 , tertanggal  7 Juni 2018 tentang Spektrum Keahlian Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK).Terdapat  9 Bidang Keahlian,  49 Program Keahlian dan 146 Kompetensi Keahlian.

Adapun bidang- bidang keahlian di SMK adalah :

  1. Teknologi dan Rekayasa
  2. Energi dan Pertambangan
  3. Teknologi Informasi dan Komunikasi
  4. Kesehatan dan Pekerjaan Sosial
  5. Agribisnis dan Agroteknologi
  6. Kemaritiman
  7. Bisnis dan Manajemen
  8. Pariwisata
  9. Seni dan Industri Kreatif

Rincian untuk Program Keahlian dan Kompetensi keahlian secara lengkap  dapat dilihat pada Peraturan dirjen Dikdasmen Kemendikbud No. 06/D.D5/KK/2018 tersebut.

Selanjutnya Mata Pelajaran  apa saja yang dipelajari di SMK ? Secara garis besar , mata pelajaran yang dipelajari di SMK adalah mata pelajaran umum (yg hampir sama dengan SMA) ditambah dengan mata pelajaran produktif yang sesuai dengan Bidang Keahliannya. Rincian muatan kurikulum yang ada di SMK dijelaskan lebih lengkap pada  Peraturan Dirjen Dikdasmen Kemendikbud No. 07/D.D5/KK/2018 tertanggal  7 Juni 2018 tentang Strukktur Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK). 

  • Bagaimana cara memantapkan jurusan yang dipilih di SMK?

Ini adalah proses yang tampak sederhana, memilih ya tinggal memilih saja. Namun dalam prakteknya banyak orang yang menjatuhkan pilihan dengan pertimbangan tertentu bahkan kadang memilih dengan terpaksa.  Hal ini dapat  berdampak negatif apabila siswa tidak memantapkan diri  pada jurusan yang dipilihnya. Pada saat memilih inilah seseorang harus dihadapkan pada pengambilan keputusan.

Mengenali diri adalah hal yang penting dilakukan sebelum mengambil suatu keputusan besar. Sederhananya kita tidak akan tau apa yang harus kita lakukan dimasa depan kalau kita tidak tau apa hal yang kita suka dan apa hal yang tidak kita suka. Tidak heran apabila kita kebingungan merencanakan masa depan karena kita bahkan tidak tau apa yang kita inginkan.

Maka bagi kalian siswa SMK yang berencana untuk kuliah maupun terjun langsung ke dunia kerja, jangan lupa “kenalan” dulu dengan dirimu sebelum membuat keputusan untuk berkarir dan eksplorasi berbagai kegiatan dan kesempatan di luar sana. Termasuk dalam hal pemilihan jurusan.

Pada dasarnya kehidupan manusia adalah kehidupan yang selalu diisi oleh peristiwa pengambilan keputusan. Sejak proses identifikasi masalah sampai pemilihan solusi terbaik inilah yang disebut proses pengambilan keputusan. Menurut Wikipedia pengambilan keputusan dapat dianggap sebagai suatu hasil atau keluaran dari proses mental dan kognitif yang membawa pada pemilihan suatu jalur tindakan diantara beberapa alternatif yang tersedia. Menurut Prof. Suharman dalam bukunya Psikologi Kognitif, pada saat seseorang harus mengambil keputusan, maka dia dihadapkan pada situasi:

  • Membuat prediksi atau gambaran ke depan
  • Memilih salah satu diantara dua pilihan atau lebih
  • Membuat perkiraan tentang banyaknya kejadian berdasarkan bukti-bukti terbatas. (Suharman 2005)

Kesimpulannya sebelum kita menentukan jurusan mana yang harus dipilih, kita harus :

  1. Mengenali diri sendiri sebagai dasar pengambilan keputusan
  2.  Membuat “mimpi” dulu, untuk menggambarkan masa depan , agar arah yang kita tuju jelas. Sehingga langkah-langkah kita terarah, dan ter-manage dengan sempurna.
  3. Membuat perencanaan yang tepat dengan melihat pengalaman dari lingkungan
  • Lulusan SMK bisa lanjut kuliah apa tidak ?

Pertanyaan ini sering kali muncul dikalangan siswa SMK, tidak heran ,karena sejak pertama mengenyam pendidikan sebagai siswa  SMK mereka tau bahwa jenjang pendidikan yang mereka tempuh akan mempersiapkan dirinya sebagai individu yang siap berkarya di dunia kerja ketika lulus nanti.

Bagaimana jawaban dari pertanyaan itu ?

Kita bisa mengenyam pendidikan apapun sesuai dengan keinginan , kemampuan dan kesempatan yang ada. Ketika anak SMK dipersiapkan untuk langsung kerja, bukan berarti dia dihalangi untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya seperti lulusan SMA. Pendidikan tidak dibatasi untuk mereka.

Tahukah kalian bahwa pemerintah sedang fokus melakukan reformasi sistem pendidikan di Indonesia dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) terutama di  bidang kejuruan berbasis industri. Salah satunya adalah dengan program pendidikan dan pelatihan vocasi yang link and match antara industri dengan Sekolah Menengah Kejuruan. Dengan kata lain program ini akan sangat mempermudah siswa SMK yang ingin meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dimasa yang akan datang. Program link and match ini merupakan program revitalisasi SMK dengan harapan dapat menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap kerja sesuai kebutuhan industri. Kalian bisa sekolah tinggi , dapat lowongan pekerjaan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Ibarat kata sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui.  

Kenyataannya hanya ada sekitar 10 % dari total siswa SMK yang melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Dibanding siswa SMA, kuota penerimaan untuk SMK pun lebih sedikit. Meskipun begitu bukan berarti anak SMK tidak mampu bersaing masuk ke Universitas incaran. Kekhawatiran ini bisa dipatahkan dengan persiapan matang.

  • Bagaimana cara memaksimalkan diri menjadi siswa SMK ?

Pengalaman membuktikan siswa SMK yang aktif dan menjalani masa SMK dengan baik, akan bisa sukses baik di dunia kerja ataupun di dunia perkuliahan. Mereka mamiliki kepercayaan diri yang tinggi dan siap bersaing secara posiitif. Yang pasti pada saat di bangku sekolah mereka sudah berusaha memaksimalkan diri menjadi siswa SMK.  Kira-kira bagaimana tips dan trik nya ? Simak uraian berikut ini.

Cara memaksimalkan diri menjadi siswa SMK agar setelah lulus siap kerja dan mampu melanjutkan kuliah.

  1. Melek industri dan dunia wirausaha (update) sejak masih di bangku sekolah

Apapun jurusannya kita harus melihat industri saat ini dan kecenderunagnnya di masa depan

  • Mengasah kompetensi bukan cuma dari kelas praketk / bengkel

Mengasah ketrampilan bukan hanya di bengkel ketika jam pelajaran praktek di sekolah saja. Tapi mungkin bisa mempraktekannya sendiri di rumah atau mungkin ikut-ikutan kerja ketika libur akhir pekan.

  • Percaya Diri

Sebesar apapun kemampuan dan pengetahuan kita jika tidak punya rasa percaya diri maka kita akan sulit bersaing. Salah satu cara untuk menambah rasa percaya diri adalah dengan banyak mengikuti kegiatan seminar , worshop dan sejenisnya.

  • Mengikuti berbagai lomba kompetensi siswa yang bisa mengasah hard sklill dan soft skill.

LKS (Lomba Kompetensi Siswa) adalah kompetisi tahunan antar siswa pada jenjang SMK sesuai dengan bidang keahlian.  LKS setara dengan OSN di SMA. LKS dapat mengasah Hard skill dan soft skill siswa SMK menjadi lebih baik lagi untuk persiapan terjun ke dunia kerja.

  • Mau berkorban waktu lebih untuk belajar pengetahuan umum

Di SMK kita belajar ketrampilan. Karena lebih banyak mata pelajaran ketrampilan maka ilmu yang sifatnya pengetahuan umum harus digali sendiri. Harus memperbanyak membaca dan jangan takut berkorban waktu untuk lebih banyak belajar

Referensi:

  • Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
  • Perdirjen Dikdasmen Kemendikbud No. 06/D.D5/KK/2018
  • Perdirjen Dikdasmen Kemendikbud No. 07/D.D5/KK/2018
  • Setiadi. (2013). Konsep dan praktek penulisan riset keperawatan (Ed.2) Yogyakarta: Graha. Ilmu
  • Suharman. (2005). Psikologi Kognitif, Surabaya: Srikandi

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *